Selasa, 07 Oktober 2014

Laila-Majnun #1

Laila adalah cahaya fajar; Majnun adalah sebatang lilin yang meleleh perlahan di hadapannya karena hasrat. Laila dalam segala keindahannya adalah taman mawar; Majnun mercusuar kerinduan. Laila menebarkan benih cinta; Majnun menyiraminya denga air matanya. Laila adalah ruh keindahan dar dunia gaib; Majnun adalah obor membara yang menerangi jalannya dari dunia gaib  menuju dunia manusia. Laila adalah melati yang mekar di musim semi; Majnun adalah sebidang tanah di musim gugur, di mana tidak ada satu pun melati yang dapat tumbuh . Laila dapat memikat dunia dengan sekilas tatapan matanya; Majnun adalah budaknya, seorang darwis yang berputar-putar dihadapannya. Laila memegang cawan yang menampung anggur cinta; Majnun berdiri mabuk oleh aromanya.

Sudah lebih dari 3 bulan yang lalu aku menyelesaikan buku-novel yang menceritakan kisah asli laila-majnun. Kisah ini menceritakan semurni-murninya cinta kekasih. Syekh Nizami, pengarang dari cerita ini bisa membawa pembaca ke dalam kegilaan yang begitu mendalam akan kedua sepasang kekasih.
   
Sastra klasik ini secara tersirat merupakan cerminan dari kisah cinta Sufi terhadap Gusti Allah, Cinta dimana hanya Dia yang kita yang dituju. Segala bentuk kesusahan sebenarnya merupakan perwujudan cinta yang menjelma.

Sabtu, 17 Mei 2014

DALAM DOAKU

Dalam doa subuhku ini kau menjelma langit yang semalaman
    tak memejamkan mata, yang meluas bening siap
    menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena
    akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang diatas kepala, dalam
    doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau
    senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan
    muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang
   mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di
   ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang
   tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat
    perlahan dari nun disana, berjingkat dijalan kecil itu,
    menyusup di celah-celah jendela dan pintu, dan menyentuh-
    menyentuhkan pipi dan bibirnya di rambut, dahi, dan bulu-
    bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan
    sabar bersitahan dengan rasa sakit yang entah
    batasnya, yang setia mengusut rahasia demi rahasia, yang
    tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku

Aku mencintaimu, itu sebabnya aku takkan pernah selesai
    mendoakan keselamatanmu


Dari buku Hujan Bulan Juni,
sepilihan sajak Sapardi Djoko Damono
(1989)

Jumat, 16 Mei 2014

Percakapan Malam Hujan

Hujan yang mengenakan mantel, sepatu panjang, dan payung,
berdiri disamping tiang listrik. Katanya terhadap lampu jalan,
"Tutup matamu dan tidurlah. Biar kujaga malam."


"Kau hujan memang suka serba kelam serba gaib serba suara desah;
asalmu dari laut, langit, dan bumi; kembalilah,
jangan menggodaku tidur. Aku sahabat manusia. Ia suka terang"


Jumat, 09 Mei 2014

Dunia adalah Bangunan Keropos

 "Sesungguhnya bangunan wujud (dunia) ini, akan rusak binasa sendi-sendinya, dan akan musnah semua kemuliaan (kebesarannya)"
          Itulah dunia, tidak kekal, karena memang sifatnya fana. Kefanaan dunia ini nampak pada sifat-sifatnya, yakni sementara dan cepat rusak, membosankan, kalau tidak suka dibuang, menjadi barang yang tidak berharga, akhirnya tidak disukai lagi dan menjadi tidak berharga lagi. Itulah dunia. Semua yang ada di alam ini adalah barang tontonan, datang lalu pergi, disukai lalu dibenci.

        Pandanglah kefanaan diri kita sendiri. Masa bayi menjadi masa anak-anak, dalam proses perubahan terus-menerus, lalu menjadi manusia sempurna jasmani dan rohaninya. Lalu memasuki masa tua, sekujur tubuh kita pun mengalami perubahan. Rambut menjadi putih, kulit menjadi keriput, mata menjadi rabun, gigi menjadi ompong, tubuh yang dulunya kokoh menjadi lemah, dan selanjutnya kita pun musnah dari muka bumi ini dengan kematian. Tidak ada seorangpun yang abadi di muka bumi ini. 

        Dunia bukan tempat yang harus dipeluk erat-erat, ia adalah rumah kontrak sementara. Manusia akan menemukan rumah yang abadi darul khuld, darul ahirat yang tidak akan ditinggalkan dan tidak meninggalkannya.


Dan diakhiri dengan doa, 
"Dan katakanlah wahai Tuhanku, masukkanlah aku dengan cara yang baik dan keluarkanlah aku dengan cara yang baik pula, agar pandanganku tetap pada kekuasaan dan kekuatan-Mu, ketika Engkau memasukan aku, demikian juga penyerahan jiwa raga dan ketetapan hanya kepada-Mu, disaat Engkau mengeluarkan aku"

"Dan Jadikanlah untukku dari sisi-Mu kekuasaan penolong yang akan menolongku, dan menolong kawan-kawanku, dan bukan penolong nafsu dan musuh-musuhku, menolong agar mampu mengetahui kelemahan diriku dan nafsuku, dan menghilangkan perasaan yang terkungkung dalam jiwaku"


Sedang membaca Mutu Manikam dari Kitab Alhikam Bab 93
Semoga selalu dalam pengawasan Allah, semoga :')

Mari Bercerita




Seperti yang biasa kau lakukan 

Di tengah perbincangan kita 
Tiba-tiba kau terdiam 
Sementara ku sibuk menerka 
Apa yang ada dipikiranmu 

Sesungguhnya berbicara denganmu
Tentang segala hal yang bukan tentang kita
Mungkin tentang ikan paus di laut
Atau mungkin tentang bunga padi di sawah 

Sungguh bicara denganmu 
Tentang segala hal yang bukan tentang kita 
Selalu bisa membuat semua lebih bersahaja 


Malam jangan berlalu
Jangan datang dulu terang
Telah lama kutunggu
Kuingin berdua denganmu
Biar pagi datang setelah aku memanggil....
terang! 



Hai pencuri kau, terang! 
Sungguh berbicara denganmu 
Tentang segala hal yang bukan tentang kita 
Mungkin tentang ikan paus di laut 
Atau mungkin tentang bunga padi di sawah 


Sungguh bicara denganmu
Tentang segala hal yang bukan tentang kita
Selalu bisa membuat semua lebih bersahaja 



Malam jangan berlalu 
Jangan datang dulu terang 
Telah lama kutunggu 
Kuingin berdua denganmu 
Biar pagi datang setelah aku memanggil.... 
terang! 


Malam jangan berlalu
Jangan datang dulu terang
Telah lama kutunggu
Kuingin berdua denganmu
Biar pagi datang setelah aku memanggil....
terang!
Hai pencuri kau, terang! 

Sedang mendengarkan Payung Teduh.
Mari Bercerita di waktu yang tepat,
 bercerita yang bukan tentang kita 

Kamis, 24 April 2014

Aku Pedagang Asongan

Aku menunggu dan menanti
Fajar pun masih terlalu lama ku tunggu
Atau penikmat bisingnya jalanan yang kunanti?
Menanti uluran tangan mereka, iba melihatku ?
Tidak, bukan itu tujuan hidupku

Tapi apa? Apa yang kucari di malam kelam ini?
Belas kasihan lagi?
Hei tidak sekarang, itu dulu saat bimbang

Sebenarnya..
Aku menanti sesuatu yang halal
Halal karena jerih keringatku
Yang tak hanya menopang dagu
Aku mencari sesuatu yang sah
Sah menurut kacamata khalayak
Bukan pandangan sebelah si anak
Aku menunggu janji sang waktu
Waktu yang takan berhenti dan kembali
Waktu yang memberi rizki dari Gusti

Aku memilih menjadi pedagang asongan
Walaupun malam kelam,
tapi aku masih punya fajar, sayang.




Baru saja,
Melihat pedagang asongan yang belum juga pulang, ketika malam.
-Masjid Salman, 23.50 WIB Ridho Rizqi F-


Rabu, 23 April 2014

Tolong ya, sob ?

(((suatu waktu)))
Dengan gelak canda tawa, saya berjalan bersama seorang sahabat, menuju parkiran motor di Sipil. Sedikit hujan, sambil mententeng catatan harian saya.

Saya : "Sob, klo suatu saat nanti saya mati duluan, dan Njenengan udah jadi penulis hebat, tolong tulis ulang dan terbitkan buku catatan harian saya ini, ya ?"
Sohib : (tersenyum)


Kamis, 27 Februari 2014

[mengenang] Keindahan Gede-Pangrango (2012)



Kalau boleh dibilang ini pendakian pertama saya. Benar-benar pertama.
Sudah dua tahun lewat, dari hari ini.

pendakian ini bersama teman-teman PSTK ITB, dan PSTK bukan unit/organisasi pencinta alam tentunya, kami hanya para pelaku seni budaya jawa  (Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan Jawa) yang [juga] cinta lingkungan dan alam.

Ini salah satu perjalanan yang berkesan dan masih teringat jelas sampai saat ini. Sungguh.



Dari kiri kekanan, mba rara, mas rasyid, akbar, saya (baca;ganteng), mas dito, mas bowo dan mba lina
dan yang fotoin itu mas rizan (tidak ada dalam foto) serta mas sarden dan mbak rose (lg registrasi, tdk ada dalam foto)
Partner in Crime ! Akbar dan Saya !
(angkatan termuda saat pendakian)

PSTK was here !

kamehameha!


Maha Suci Allah !

Puncak Gede

kolam renang

yuhuu

ditaklukan !


Selasa, 31 Desember 2013

Our Story Begin

Yap.
1 Januari 2014. Apa kabar blog saya ini ? sepertinya sudah satu tahun saya tinggalkan, terbukti dengan postingan terakhir tanggal 31 Desember 2012.
Seperti melewati satu tahun, 2013 tanpa cerita sedikitpun di blog ini.
Ah, karena 2013 terlalu menarik untuk hanya dituliskan disini. Serius.

terus ? sudah?
tidak begitu saja, sesuai dengan judulnya "our story begins" saya akan memulai kembali sebuah kehidupan baru. Memulai cerita baru.
sumber : dokumentasi google


Mungkin beberapa postingan kedepan akan saya isi dengan beberapa cerita, kenangan, di masa sebelum hari ini.

Trimakasih. Wassalam.
*jangan lupa makan sosis sonice*

Bandung, 1 Januari 2014
2.39 am

Senin, 31 Desember 2012

Workshop solo day 2 : KULIAH perdana w/ ISI SOLO, Pagelaran TBS

Jumat, 28 Desember 2012. Katanya hari jumat tuh hari yang pendek ? tapi kali ini saya ngerasa jumat menjadi hari yang panjang . 

Pagi itu, kami bangun lumayan pagi . kenapa ? iya karena kami cowok macho yang suka mandi pagi (baca cerita sebelumnya). Jadi agenda pagi itu kami kumpul di markas kumbang sekitar jam 08.00 pagi. Dan selanjutnya sarapan bareng gitu beberapa meter dari markas. Harganya lumayan terjangkau, nasi+sayur+telor+kerupuk = 8000. Jadi agenda pagi itu kami bakal review materi karawitan dan tari yang udah selama ini kami pelajari karena sore harinya kami bakal ke ISI SOLO yang materi kuliahnya menyocokan apakah garapan tari, karawitan yang selama ini PSTK mainkan sesuai. Review materi di pagi hari itu di bagi menjadi dua bagian, satuya tari dan lainnya karawitan.
Setelah itu, kami istirahat dulu untuk menunaikkan ibadah sholat jum’at. Dilanjutkan makan siangnya kami bareng lagi.

pukul 14.00 WIB kami berangkat menuju ISI SOLO menggunakan angkot yang kami sewa dan beberapa motor karena semuanya ga muat gitu diangkot, ga mungkin kan klo semua orang naik angkot gitu nanti ada yang diatas, gelantungan ga jelas.
kurang lebih pukul 14.38 WIB kami sampai di ISI SOLO !

KULIAH COY !
Setelah sholat ashar terlebih dahulu kami lanjut review materi karawitan. Pada kesempatan kali ini saya diamanahkan untuk memainkan kethuk, kempyang, dan kenong (serangkaian instrument gamelan gitu). Dosen yang mengajarkan kami sore itu bernama pak Budi. Dan tau ga dia asli mana? PURWOKERTO men ! banyumas ! ngapak! Dan tau ga beliau almamater mana? SMA 1 Purwokerto broh ! ga nyangka lah, kaya ketemu orang sekampung halaman gitu di ISI SOLO. jadi kami waktu itu kami review cara main kami , hari itu kami disuruh main lancaran, ladrang , sama ketawang.
Untuk lancaran sendiri, lancaran merupakkan bentuk dari lancar dan lancar merupkan iramanya yang arti lancar sendiri itu cepat. Dalam lancaran terdapat dua tipe notasi yaitu bentuk mlaku yang tiap gatra berisi nada contoh : 3245 2425
dan bentuk nibani yaitu bentuk yang dalam satu gatra tidak penuh contoh : . 5 . 3   . 5 . 3 (lancaran singo nebah, lancran kebogiro dsb). Nah dalam solo gaya solo tanda (.) dibaca pin, klo gaya jogja tanda (.) dibaca titik. Nah, dalam gaya solo celuk yang biasa kami mainkan itu namanya ‘grambyangan’ klo kata-kata celuk itu jika bukanya dari sinden serta jika bukanya dari rebab namanya singnengan. Namun jika bukanya dari bonang namnya grambyangan. Dan kami juga diajarin cara grambyangan yang betul dan ternyata tidak disusul dengan bunyi gong.

PERGELARAN WAYANG ORANG di Taman Budaya Surakarta
Malamnya kami beruntung banget karena bisa menyaksikan pagelaran yang keren banget di TBS dengan judul “sang Karna Basusena”. Serius ! pagelaran ini keren banget men ! SUMPAH joss banget !
dari mulai permainan lampu yang pas, kostum yang total, penari yang edan pro , sama iringan gamelan yang indah banget gitu. pokoknya top markotop banget dah ! jadi disitu pemain hamper setiap umur terlibat dari yang asih anak2, remaja, dewasa sampai tua gitu. ga nyesel lah nonton ini pertunjukan. ROMANTIS.

Oke malam nya kami balik ke markas masing2.